Trip to TAmbun

TEpat jam 04.50 mata dibuka disambut suara azan shubuh yang sedang berkumandang. Bersegeralah saya bangun untuk melaksanakan panggilanNya. setelah itu mulai bersiap2 mandi dan setelah itu melakukan pemanasan sebelum pedalling on si Ijo. jam 5.36 saya mulai berada di atas jok dan siap menggowes si ijo.

Rencana pagi itu adalah menggowes ke arah Tambun, dengan rute mampir sebentar ke rumah saudara di HI (bukan bunderan HI, tapi Harapan Indah Bekasi). Udara cempaka putih masih cukup segar dan matahari pun belum menampakkan dirinya, dikarenakan belum banyak kendaraan bermotor yang berlalu lalang sehingga masker (maaf moncong babi)  belum saya gunakan. Namun memasuk jalan perintis kemerdekaan segeralah masker digunakan karena sudah banyak bus-bus yang terlihat memenuhi jalan.

Tiap gowesan saya nikmati, tiap tetes keringat terasa sangat menyegarkan sambil menikmati munculnya matahari dari balik awan. alhamdulillah perjalanan dapat saya lalui dengan tanpa satu hambatan apapun. hingga pada pukul 06:08 saya sudah berada di pintu gerbang kompleks Harapan Indah. berhenti sejenak diatas tanjakan pintu masuk dengan menikmati segarnya air putih sebelum melanjutkan perjalanan. Di dalam komplek HI (Hrpan Indah) masker saya lepas karena sudah tidak ada ancaman timbal dari bus-bus besar dan angkot2.  jam 06.24 sampai lah di depan pagar rumah Om Fuad.

mereka tampak kaget melihat saya mampir menggunakan sepeda, namun hal ini juga membangkitkan semangat bersepeda keluarga itu. tak lama si kecil salma minta di keluarkan sepedanya sambil bilang “tapi aku sudah ga bisa naik sepeda lagi” padahal si masih bisa, tapi dia ga PD untuk naik. lalu Om fuad mengeluarkan semua sepeda nya dan ternyata semua roda sudah sangat cukup kempes kurang angin.

setelah itu, dilakukanlah ritual bersih-bersih sepeda dengan kanebo (seneng juga ngeliat semangat bersepeda kembali muncul disana) dan di akhiri dengan memompa ban-ban kempes. tak lama kemudian speda2 sudah terlihat lebih “cling” tanpa debu menempel, dan kami  bersepeda ke daerah ruko tuk mencari sarapan.

sarapan sudah, istirahat sudah, yang belum hanyalah melanjutkan perjalanan ke arah Tambun. Dengan rute lebih pendek yang disaran kan oleh Om fuad, saya meluncur ke Tambun. Jalan potong itu ternyata luar biasa rusak. awalnya cukup ngeri juga buat ofroad karena walaupun MTB, si Ijo dah pake ban onroad yang halus untuk aspal. Tapi apa salahnya nyobain, paling2 resiko nya ban sobek. huehehehehe.,,,

setelah dicoba, Wow… sensasinya luar biasa. ternyata si Ijo baik2 saja. dikala motor2, mobil2 dan angkot2 berjalan sangat pelan, si Ijo bisa di ajak ngebut. menyenangkan….! Walaupun jarak jalan rusak itu hanya sekitar 1-2 KM, getaran2 dan panas matahari yang mulai memancarkan panasnya merupakan sensasi yang tak bisa dijelaskan dengan kata2.    (jadi penasaran mau coba ngajak si Ijo main tanah–ada yang bisa kasih info buat yang baru mau nyoba main tanah?).  lalu muncullah jalan Beton, dan tak lama, sampailah ke tambun yang setelah di cek hanya berjarak sekitar 12KM dari HI (inget, Harapan Indah)

 

Post a Comment or Leave a Trackback

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*